Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Manfaat dan Usaha Perlindungan Keanekaragaman Hayati

A. Manfaat Keanekaragaman Hayati

gebyok mojopahit
  1. Manfaat produktif ( keanekaragaman hayati yang dapat diolah secara besar-besaran dan bersifat   komersial) contoh : sapi perah.
  2. Manfaat Konsumtif (keanekaragaman hayati yang dapat langsung di konsumsi) contoh : bahan pangan, bahan bangunan, bahan obat-obatan.
  3. Manfaat Nonkomsutif (keanekaragaman hayati yang dapat menjadi sumber plasma nutfah, memberikan keindahan alam, manfaat ilmiah, dan manfaat mental dan spiritual).


B. Usaha Perlestarian Alam
     Usaha pelestarian alam dibagi menjadi 2 yaitu :
  1. Pelestarian in situ adalah melakukan perlindungan agar tumbuhan dan hewan di dalam habitat aslinya. contoh : pelestarian komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo, badak jawa (Rhynoceros sundaicus) di Unjung Kulon, bunga bangkai (Rafflesia arnoldi) di Bengkulu.
  2. Pelestarian ex situ adalah melakukan perlindungan dan pemeliharaan tumbuhan dan hewan di luar habitat aslinya. Pelestarian ex situ dapat dilakukan dengan berbagai cara, antaralain :
  • Kebun Botani, yaitu kebun yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan yang hidup, contoh : Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi Jawa Timur, dan lain-lain.
  •  Kebun Plasma Nutfah, yaitu mirip dengan kebun koleksi, namun tidak hanya mengembangkan plasma nutfah, tetapi mencakup bibit tradisional dan kerabat liarnya.
  • Kebun Koleksi, yaitu kebun yang berisi berbagai jenis nutfah tanaman yang akan dipertahankan dan dikembangkan dalam bentuk hidup, contoh : koleksi kelapa bone-bone.
  • Penangkaran Hewan, yaitu mengambil dan menetaskan telur hewan-hewan tertentu yang pada saat tertentu akan dilepaskan, contoh : penangkaran penyu.

C. Usaha Perlindungan Alam
     Perlindungan alam dilakukan dengan tujuan menjaga supaya keanekaragaman hayati di Indonesia tidak berkurang. Perlindungan alam dibagi 2 yaitu :
      1. Perlindungan Alam Umum
          a. Perlindungan alam ketat, yaitu perlindungan terhadap alam tanpa campur tangan manusia, misalnya 
              Cagar Alam Gunung Tangkoko di Sulawesi Utara.
          b. Perlindungan alam terbimbing,  yaitu perlindungan alam yang dibina oleh para ahli, misalnya Kebun  
              Kebun Raya Bogor.
          c. Taman Nasional, yaitu perlindungan alam yang dimanfaatkan untuk pendidikan budaya dan rekreasi
              tanpa mengubah ekosistem, misalnya Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Gunung
              Gede Pangrago, dan lain-lain.
      2. Perlindungan Alam dengan Tujuan Tertentu
          a. Perlindungan geologi, bertujuan melindungi formasi geologi.
          b. Perlindungan alam zoologi, bertujuan melindungi hewan langka.
          c. Perlindungan alam botani, bertujuan melindungi komunitas tumbuhan tertentu.
          d. Perlindungan ikan, bertujuan melindungi hewan yang hampir punah.
          e. Perlindungan suaka margasatwa, bertujuan melindungi hewan yang hampir punah.
          f. Perlindungan hutan, bertujuan melindungi tanah dan air dari perubahan iklim.
          g. Perlindungan alam antropologi, bertujuan melindungi suku bangsa yang terisolir.
          h. Perlindungan pemandangan alam, bertujuan melindungi keindahan alam suatu daerah.
          i. Perlindungan monumen alam, bertujuan melindungi benda-benda alam tertentu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Keanekaragaman Hayati di Indonesia


Indonesia dijuluki Mega Divercity Country, yaitu negara yang banyak memiliki kekayaan alam. Hal ini karenaa negara kita terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman tinggi. Keanekaragaman yang tinggi tersebut kita dapat jumpai dalam hutan hujan tropis, di dalamnya ditemukan banyak jenis tumbuhan dan hewan, bahkan terdapat satwa dan tumbuhan khas yang bersifat endemik (hanya terdapat di Indonesia dan tidak ditemukan di tempat lain)
1.         
          1. Persebaran Fauna di Indonesia
           Indonesia terletak di antara daerah biogeografi Asia (oriental) dan daerah Australia (Australian), sehingga fauna di Indonesia mencerminkan posisinya diantara kedua buah benua tersebut. Awalnya indonesia terbagi menjadi 2 zoogeografi yang dibatasi oleh garis Wallace. Garis Wallace membagi persebaran fauna di Indonesia menjadi bagian barat dan timur. Bagian barat dinamakan daerah oriental (meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan) dan bagian timur dinamakan Australian (meliputi Papua, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara).

      Seorang ahli zoologi bernama Weber melakukan penelitian di Indonesia dan menurutnya hewan-hewan di sulawesi tidak dapat sepenuhnnya dalam kelompok Australian karna masih memiliki sifat seperti hewan di daaerah Oriental. Karna itu, Weber membuat garis pembatas yang terdapat di sebelah timur Sulawesi memanjang ke utara Kepulauan Aru. Daerah yang terdapat diantara garis Wallace dan Weber disebut daerah peralihan.

a. Persebaran Fauna di Daerah Oriental
   1)  Hewan-hewan khas di Sumatra antara lain : gajah (Elephas maximus), orang utan (Pongo pygmaeus),  tapir (Tapirus indicus), dan harimau (Panthera tigris). 
   2)  Hewan-hewan khas di Jawa antara lain : badak bercula satu dan banteng di Ujung Kulon.
   3)  Hewan-hewan khas Bali antara lain : jalak putih dan bermacam-macam kera.
  4) Hewan-hewan khas Kalimantan antara lain : biawak (Varanus salvator) dan bekantan (Nasalis narvatus)

b. Persebaran Fauna di Daerah Australian 
    Hewan-hewan khas di Papua dan Maluku antara lain : burung cendrawasih (Paradisaea minor), burung kasuari (Casuarius galeatus), dan burung kakaktua raja (Probosciger atterimus).

c. Persebaran Fauna di Daerah Peralihan 
  1) Hewan-hewan di daerah Sulawesi antara lain : anoa (Pedrogalus inustus) dan babi rusa (Babyrousa babyrousa).     2) Hewan khas Nusa Tenggara adalah komodo (Varanus komodoensis).

 
badak bercula satu
cendrawasih
anoa
   



2. Persebaran Flora di Indonesia
    Bioma dapat diartikan sebagai macam komunitas utama yang terdapat pada sebuah benua yang dapat dikenal berdasarkan fisiognomi (kenampakan). di Bumi terdapat berbagai Bioma yaitu, hutan gugur, sabana, gurun, padang rumput, dan hhutan hujan tropis.
Bioma hutan hujan tropis yang mempunyai keanekaragaman tinggi adalah daerah Malesiana, yaitu meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, dan kepulauan Salomon. hal ini disebabkan daerahnya terletak di ekuator yang merupakan hutan hujan tropisdengan penetrasi sinar matahari sepanjang hari dan curah hujan yang tinggi.
Daerah flora terkaya di Indonesia yaitu hutan hujan tropis Kalimantan, dengan 34% dari 10.000 jenis tumbuhan berbiji tergolong endemik. Persebaran flora endemik di Indonesia antara lain :
anggrek hitam
a. Rafflesia arnoldi ditemukan di Bengkulu.
b. Meranti (Shorea sp.), rotan (Calamus caesius), dan anggrek hitam (Coelogyne pandurata) terdapat di Kalimantan.
c. Matoa (Pometia pinnata) dan bunga Irian  (Mucuna bennettii) ditemukan di Papua.
d. Pohon jati (Tecnota grandis), dan mahoni (Swietenia mahogoni) terdapat di Jawa.







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yaang menunjukan keseluruhan variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah.
Keanekaraagaman hayati terbentuk karena adanya keseragaman dan keberagaman sifat makhluk hidup.

Keanekaragaman hayati dibagi menjadi 3 tingkatan, yaitu :

1. Keanekaragaman Gen
Gen/plasma nutfah adalah substansi terkecil atau unit dasar dalam kromosom yang membawa faktor  keturunan. Perbedaan komposisi/susunan dan jumlah faktor dalam kerangka dasar gen akan   menyebabkan variasi antar individu.
Misalnya variasi pada pohon kelapa (contoh : kelapa hijau, kelapa merah), variasi pada tanaman padi (contoh : IR, PB, rojolele, sedani, kapuas).
Perbedaan dalam satu spesies tersebut disebut variasi

2. Keanekaragaman Jenis
Keanekaragaman jenis adalah perbedaan yang ditemukan pada makhluk hidup antarjenis yang mudah diamati karena perbedaannya mencolok.
Perbedaan tersebut meliputi perbedaan morfologi, anatomi, fisiologi, tingkah laku, dan sebagainya.
contohnya keanekaragaman antara kelapa, aren, dan nipah yang termasuk dalam keluarga Palmae, masing-masing memiliki fisik yang berbeda dan tempat hidup yang berbeda.

3. Keanekaragaman Ekosistem
Keanekaragaman ini menunjukan adanya berbagai spesies yang memiliki kemampuan adaptasi yang berbeda-beda terhadap lingkungannnya, sehingga membentuk ekosistem yang berbeda-beda beda bagi setiap spesies  tersebut.
Di dalam ekosistem, interaksi antar organisme ditentukan oleh komponen biotik (berbagai jenis makhluk hidup) dan komponen abiotik (faktor fisik : iklim, cahaya, suhu, air, tanah, kelembapan. dan faktor kimia : salinitas, tingkat keasaman, kandungan mineral).
contoh : ekosistem pantai didominasi kepiting, serangga, burung pantai, ekosistem padang rumput didominasi oleh tumbuhan rumput, ekosistem padang pasir didominasi oleh tumbuhan kaktus, ekosistem hutan hujan tropis didominasi oleh macam-macam pohon terutama tumbuhan epifit dengan hewan antara lain burung dan kera.

ekosistem tutan hujan tropis
ekosistem padang pasir





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


MAAF BLOGSITE MASIH DALAM TAHAP PEMBUATAN

Demi Kenyamanan Anda !

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS